Tampilkan postingan dengan label Cerita Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Nabi. Tampilkan semua postingan

Asal Usul Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, dan Fitnahnya



Asal Usul Dajjal / Sebagai umat Islam, kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di akhir zaman kelak akan datang sesosok mahluk tinggi besar yang memiliki kekuatan begitu dahsyat. Sosok yang kita kenal dengan nama dajjal tersebut merupakan sosok yang akan menguji manusia akhir zaman, apakah tergolong orang-orang yang beriman atau tergolong orang-orang yang kufur. Berikut ini tim penulis blog Kisah Asal Usul akan membahas seputar asal usul Dajjal mulai dari keluarga, ciri-ciri, kemunculan, dan fitnahnya sebagai pembelajaran bagi kita semua. Asal Usul Dajjal Dajjal diyakini merupakan seorang manusia yang sudah hidup sejak zaman nabi Ibrahim dan karena Alloh menangguhkan ajalnya (seperti halnya Iblis) ia tetap masih hidup hingga saat ini, dipenjarakan di sebuah tempat yang masih menjadi misteri.

Asal Usul Dajjal Asal Usul Dajjal dan Keluarganya Dalam beberapa hadist dijelaskan bahwa asal usul dajjal adalah seorang keturunan Yahudi. Ia lahir dari orang tua yang postur tubuhnya tinggi gemuk dengan hidung sangat mancung menyerupai paruh burung. Secara lebih lengkap, Imam Al Barzanji juga pernah menyebut jika asal usul moyang dajjal adalah seorang dukun Yahudi (Syaqq) yang kawin dengan wanita dari keturunan jin. Moyang dajjal ini hidup di zaman Nabi Sulaiman AS. Oleh nabi Sulaiman, si moyang dajjal dan istrinya yang berasal dari golongan jin disebutkan sempat dipenjarakan dan ditangkap karena ulahnya dalam merusak akidah umat. Adapun terlepas dari pendapat Imam Al-Barzanji tersebut, asal usul dajjal hingga kini tetap saja masih misterius, mengingat sumber referensi dan hadist yang membahas hal ini memang sangat terbatas.

Ciri-ciri Dajjal Sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh Muslim menyebut bahwa Rasululloh pernah bersabda jika dajjal merupakan orang yang memiliki ciri-ciri mata kirinya buta, rambutnya lebat dan keriting, tampak selalu awet muda, badannya besar agak kemerahan sehingga jika dilihat dari belakang ia seolah-olah tampak seperti dahan kayu yang rimbun. Sedangkan dalam hadist At-Tabrani, ciri-ciri dajjal yang paling kentara disebutkan terletak pada mata dan dahinya. Mata kiri dajjal buta, sedangkan mata kannya tertonjol keluar, berwarna kehijauan, dan berkelip-kelip laksana bintang gemintang. Adapun pada dahi dajjal juga terdapat susunan huruf Kaf-Fa-Ro yang jika di sambung akan membentuk kata “Kafir”.

Tulisan pada dahi dajjal ini hanya dapat dilihat dan dibaca oleh orang-orang yang memang benar-benar murni keislamannya. Asal Usul Dajjal Asal Usul Kemunculan Dajjal Seperti disebutkan di atas bahwa asal usul dajjal memang telah lahir sejak zaman Nabi Ibrahim. Semenjak zaman itu, dajjal dipenjara dan dirantai di sebuah pulau asing dan dijauhkan dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan umat manusia. Ia tidak akan pernah bisa lepas dari penjara tersebut karena selain dirantai, ia juga dijaga oleh seekor binatang besar bernama Al-Jassasah. Ia baru akan lepas dari penjara dan keluar dari pulau tersebut jika Alloh sudah menghendakinya. Dajjal akan bebas pada sebuah masa yang sudah sangat dekat dengan kehadiran hari akhir yang dijanjikan. Karena pulau yang disebutkan menjadi penjara dajjal berada di belahan timur bumi (beberapa versi menyebutkan pulau tersebut terletak di sekitar India), maka dajjal pun akan muncul dari timur.

Ia diizinkan oleh Alloh untuk keluar dan menjelajah sekeliling dunia dan menyebarkan fitnah dan ajarannya. Ia akan melakukan tipu daya pada orang-orang yang hidup di zaman itu sehingga mereka mengakui bahwa dirinya adalah Tuhan. Orang yang kuat imannya akan berani menentang ajaran tersebut meski nyawanya dipertaruhkan, sedangkan bagi orang yang imannya lemah, ia akan menurut dan menjadi pendukung dan hamba dajjal. Naudzubillah. Fitnah Dajjal Dalam menyebarkan fitnah dan ajarannya, dajjal dibekali dengan kekuatan yang luar biasa besar oleh Alloh. Segala kesenangan hidup akan dikaruniakan kepadanya. Seluruh mahluk langit dan bumi akan tunduk pada perintahnya. Asal Usul Dajjal Adapun dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebelum kemunculan dajjal, manusia akan diuji dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Kemarau ini membuat bahan pangan menjadi sangat langka sehingga musibah kelaparan merajalela di mana-mana.

Di saat manusia tengah kelaparan dan membutuhkan pertolongan inilah, asal usul dajjal datang dengan membawa fitnahnya. Dajjal akan menunjukan kesaktiannya. Ia akan mendatangkan hujan dengan mudahnya. Ia akan menumbuhkan berbagai tanaman sebagai sumber makanan bagi para hambanya yang mengakui bahwa dirinya adalah tuhan semesta alam. Para muslim yang kuat iman islamnya akan tetap kukuh mempertahankan akidahnya meski lapar dan perih mereka dera. Mereka tetap tak akan mau mengakui dajjal sebagai Tuhannya hingga khusnul khotimah menjemput. Fitnah asal usul dajjal akan terus berlanjut pada masa 40 hari setelah kemunculannya pertama kali.

Ia akan terus menguji keimanan manusia di akhir zaman hingga pemisah antara umat Islam sejati dan umat yang kafir benar-benar terlihat jelas. Nah, demikianlah sedikit intisari yang dapat kami jabarkan untuk menjelaskan asal usul dajjal, keluarga, kemunculan, serta fitnahnya. Semoga dengan artikel sederhana ini keimanan kita menjadi semakin kokoh dan bisa dihindarkan dari segala bentuk fitnah dajjal. Amin.

CINCIN NABI SULAIMAN AS


CINCIN NABI SULAIMAN AS

Salah satu peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Muharam, adalah dikembalikannya
kerajaan Nabi Sulaiman AS. setelah selama 40 hari dikuasai oleh syetan.
Wahab bin Munabah menjelaskan salah satu keagungan Nabi Sulaiman adalah cincin,

sampai sekarang ini istilah cincin Sulaiman masih mengakar di kalangan umum – dimana
pada cincin itu bertuliskan “Allah Yang Maha Agung”. cincin itu selalu beliau lepas apabila
hendak masuk ke dalam kamar mandi dan menitipkannya kepada pengawal khusus pribadinya untuk menjaganya.

Suatu hari ketika hendak masuk ke kamar mandi, pengawal khusus yang biasa dititipkan kepadanya cincin itu tidak ada ditempat, kemudian Nabi Sulaiman AS menitipkannya kepada pembantu wanita yang bernama Al Jariyah. Lalu syetan datang menyamar menjadi Nabi Sulaiman AS. maka setelah itu Al Jariyah menyerahkan cincin itu tanpa mengetahui bahwa itu adalah syetan yang sedang menyamar. Setelah memakai cincin itu iapun pergi dan duduk di singgasana Nabi Sulaiman, seperti biasa pasukan dan bala tentara yang terdiri dari bangsa manusia, jin dan burung-burung duduk bersimpuh di hadapan singgasana Nabi Sulaiman AS.

Setelah lama berselang, Nabi Sulaiman yang aslipun keluar dari kamar mandi, lalu Al Jariyah keheranan dan bertanya “siapa kamu?” jawab Nabi Sulaiman : “Aku adalah Sulaiman bin Daud, sekarang kembalikan cincinku!” Al Jariyah menjawab : “Sulaiman sudah mengambil cincinnya tadi.” Kemudian Nabi Sulaiman menyadari bahwa syetan telah mengelabui Al Jariyah dan mengambil cincinnya itu, lalu Nabi Sulaiman pun pergi meninggalkan kerajaannya itu dengan pakaian yang sederhana.

Setelah menempuh perjalanan yang begitu jauh, beliaupun kehausan dan lapar, lalu iapun bertamu pada salah satu rumah penduduk setempat agar mereka menjamunya. Beliau berkata : “Aku adalah Sulaiman bin Daud” mereka tidak mempercayainya. Begitulah kondisinya sampai 40 hari lamanya, lalu beliau pergi ke pinggir laut dan di sana dilihatnya para nelayan pencari ikan dan bergabung bersama mereka.

Ashaf bin Barkhiya, seorang ulama pendamping setia Nabi Sulaiman AS yang dianugerahi ilmu oleh Allah Swt, memberitahukan : “Wahai kaum Bani Israil, cincin Sulaiman telah dicuri dan syetan telah mengelabui kalian semua dengan menjelma menjadi Sulaiman, sedangkan Nabi Sulaiman Raja kalian telah pergi meninggalkan kalian.” Mendengar penjelasan Ashaf bin Barkhiya tadi, syetan lalu lari tunggang langgang dan segera pergi ke laut dan membuang cincin tersebut. Dengan izin Allah Swt cincin itu ditelan oleh ikan, dan ikan itu ditangkap oleh Nabi Sulaiman, lalu ia ambil cincin itu dari perut ikan dan ia sematkan cincin itu di jari tangannya. Kemudian Nabi Sulaiman AS. sujud syukur ke hadirat Allah Swt, atas karunia dan rahmat-Nya kerajaan itu telah kembali kepadanya.

Apa sebenarnya penyebab kejadian ini…??

Wahab bin Munabah menjelaskan, penyebab kejadian ini adalah Nabi Sulaiman dan  bala tentaranya memerangi raja Yunani yang ingkar dan berhasil dikalahkan, rajanya terbunuh dan kerajaannya disita oleh Nabi Sulaiman serta menawan putera-puterinya.

Salah satu puteri raja yang cantik membuat Nabi Sulaiman jatuh cinta dan cintanya melebihi segala yang ia miliki. Suatu ketika ia masuk ke tempat dimana puteri itu berada yang sedang berkabung karena ayahandanya tewas di dalam peperangan. Nabi Sulaimanpun bertanya: “Apa yang membuatmu sedih?” puteri itu menjawab : “Kesedihanku karena aku selalu ingat ayahku dengan kerajaan yang disandangnya, aku berharap tuan dapat menyuruh syetan agar membuat patung ayahku agar hilang kesedihanku setiap aku melihatnya.

” Nabi Sulaiman pun menyetujuinya dan menyuruh Ifrit (Shakhrul Marid) dari bangsa jin agar membuat patung yang diminta sang puteri. Karena sangat bagusnya patung buatan ifrit, patung itu sampai dapat berbicara persis layaknya ayah sang puteri lengkap dengan atribut mahkota raja. Namun bila Nabi Sulaiman meninggalkan tempat itu, sang puteri beserta keluarga dan para pengikutnya menyembah pada patung itu selama 40 hari lamanya. Kejadian itu diketahui oleh Ashaf bin Barkhiya.

Dalam pidatonya Ashaf bin Barkhiya menceritakan kehebatan dan keagungan para Nabi tanpa sedikitpun menyampaikan keagungan Nabi Sulaiman AS. setelah selesai Nabi Sulaiman bertanya kepada Ashaf, “Wahai Ashaf kenapa kamu menceritakan kehebatan para Nabi tanpa sedikitpun engkau menceritakan tentang aku?” Ashaf lalu menjawab : “Bagaimana aku menceritakan tentang kehebatan tuanku, sementara di rumah tuanku ada sebuah patung yang selalu dipuja-puja dan disembah selama 40 hari lamanya?” setelah mengetahui dan mendapat penjelasan dari Ashaf, Nabi Sulaiman segera memerintahkan agar patung tersebut dimusnahkan. Beliau sangat sedih atas kejadian itu dan menyesal, lalu beliaupun bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Swt.

POHON YANG PERNAH MENAUNGI RASULULLAH SAW MASIH HIDUP SAMPAI SEKARANG

Pohon Nabi, atau Pohon yang pernah menaungi Nabi Muhammad Saw. Pohon Nabi ini sudah berumur ribuan tahun, namun anehnya Pohon Nabi ini masih hidup dan berbuah sampai sekarang.
Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.
pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. itu seraya berkata: "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu."
Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania.

Pohon Yang Pernah Menaungi Rasulullah SAW Masih Hidup Segar Di Tanah Gersang
pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. TAHUKAH ANDA APAKAH POHON INI ?




Pohon yang diberkati.
 Semasa Baginda صلى الله عليه وسلم berteduh di bawahnya, dahan dan ranting² pohon ini bergerak menaungi Baginda صلى الله عليه وسلم daripada cahaya matahari.
 Seorang paderi yang melihat kejadian ini datang bertemu Maisarah & menunjukkan kepadanya pohon tempat teduhan Rasulullah صلى الله عليه وسلم itu dengan berkata: “Hanya seorang Nabi sahaja yang berteduh di bawah pohon ini.”
 Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa’awiyya di negara Jordan.
POHON NABI Masih Hidup Dan Berbuah Hingga Sekarang




*POHON NABI*
Yang dimaksud dengan Pohon Nabi adalah Pohon yang pernah menanungi Nabi Muhammad Saw. Pohon Nabi ini sudah berumur ribuan tahun, namun anehnya Pohon Nabi ini masih hidup dan berbuah hingga sekarang.
Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh
pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Hingga sekarang pohon ini masih hidup rindang di Jordania. *Pohon ini di lindungi oleh pemerintah setempat dengan memagari pohon ini.
Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa’awiyya di negara Jordan.

Inilah Pohon yang Pernah Menaungi Nabi Muhammad SAW

Inilah Pohon yang Pernah Menaungi Nabi Muhammad SAW,Nabi hidup ribuan tahun yang lalu. Sebuah pohon.  Pohon Nabi ini menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad SAW. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan.
Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania.

KISAH HARUT DAN MARUT

Riwayat ini sebagian besar bersumber dari sebuah hikayat Israiliyat. Bacalah kisah ini hanya untuk menambah wawasan saja, dan bukan untuk dijadikan landasan yang 100%.

Karena hanya Allah yang mengetahui kejadian yang sesungguhnya. dahula kala Babilonia Kuno, sebuah kerajaan besar dengan beragam tekhnologi sihir misterius.

Alkisah pada masa Kerajaan Babilonia kuno, ilmu-ilmu sihir sedang merajalela. Para dukun-dukun santet, dan ilmu pelet serta lain-lain yang kelasnya mungkin jauh lebih sakti dari jaman sekarang muncul dimana-mana.

Orang-orang yang beriman dan bertaqwa pada waktu itu mulai terdesak oleh para penganut ajaran aliran setan ini. Dan situasi kerajaan Babilon pun menjadi resah, karena para ahli sihir setan ini mulai melebar luaskan pengaruhnya ke istana.
  
Sementara itu di langit terjadi sebuah insiden, beberapa malaikat sedang membicarakan mengenai kejahatan dan kerusakan yang dilakukan oleh manusia. Para Malaikat berkata “Ya Tuhanku, anak-anak Adam itu, Engkau jadikan mereka makhluk pilihanMu di bumi tetapi padahal mereka telah mendurhakaiMu”.

Allah SWT berfirman “Sungguh jika Aku turunkan kamu ke sana dan Aku bentuk kamu seperti pembentukan mereka, niscaya kamu akan melakukan sebagaimana yang mereka lakukan juga”.
Para Malaikat menjawab “Maha Suci Engkau wahai Tuhan, takkan mungkin kami mendurhakaiMu”.
Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui.”

Malaikat berkata, “Kami adalah lebih patuh kepada Engkau dibanding anak keturunan Adam.”
Kepada malaikat, Allah berfirman: “Panggillah ke mari dua malaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kamu dapat melihat apa yang dilakukan kedua malaikat itu”
Allah berfirman kepada malaikat, “Pilihlah dua yang termulia antara kamu”
Malaikat menjawab, “Tuhanku, biarlah Harut dan Marut yang melakukannya.”
Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi dan dengan diberi sifat-sifat yang sama seperti yang melekat pada manusia (Nafsu syahwat, Akal, dll).

Demikianlah Allah menunjukkan kebijaksanaannya. Allah mengutus dua dari para malaikat yang sedang berdiskusi tadi ke bumi dengan dibekali hawa nafsu. Mereka turun ke bumi dengan membawa tugas, yaitu mengajarkan manusia logika ilmu sihir, yang tujuannya adalah untuk melawan ilmu-ilmu sihir setan. Sekaligus mengajarkan manusia kebaikan.

Mereka (para setan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya.
QS. Al Baqarah:102
  
Dan dimulailah misi oleh mereka untuk mengajarkan orang-orang di kerajaan Babilon beberapa logika ilmu sihir dan cara melawan ilmu sihir setan tersebut. Singkat cerita, setelah kedatangan Harut dan Marut maka terjadilah gerakan perlawanan rakyat kepada para ahli sihir setan. Akhirnya para ahli sihir setan itu pun berhasil di kalahkan dan tersingkir dari Babilon. Penguasa kerajaan Babilon kemudian mengumumkan untuk larangan keras bagi warganya untuk mempelajari ilmu-ilmu sihir.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra ; kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. (al Jami li Ahkamil Qur’an juz II hal 472)

Akhirnya, sebagai penghargaan terhadap Harut dan Marut yang telah dianggap oleh rakyat sebagai guru besar, penguasa kerajaan Babilon memberikan mereka kedudukan tinggi sebagai penasihat kerajaan dan harta yang berlimpah.

Namun ternyata kedudukan tinggi dan harta itu perlahan mulai membuat hawa nafsu Harut dan Marut menjadi tak terkendali. Mereka akhirnya mabuk dalam kenikmatan duniawi dan melupakan tugas-tugas mereka sebagai manusia. Dan berakhir dengan sebuah tragedi.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra:
Dengan kehendak Allah, lalu datang seorang wanita yang cantik bagai bunga (Zahrah). Zahrah pun mendatangi kedua malaikat itu untuk mengujinya.

 Kedua malaikat itu tertarik dengan kecantikan Zahrah hingga timbullah keinginan (hasrat) terhadapnya.

Zahrah berkata, “Maukah kamu mengucapkan kalimat mantera musyrik?”
Kedua malaikat itu menjawab, “Tidak, demi Allah, sedikit pun kami tidak mau mempersekutukan Allah untuk selama-lamanya!”
Zahrah meninggalkan mereka berdua. Beberapa saat kemudian, dia kembali lagi membawa anak kecil.

Sambil mendekati kedua malaikat itu Zahrah berkata, “Bersediakah kamu membunuh anak kecil ini!”
Kedua malaikat itu menjawab, “Tentu saja tidak, demi Allah selamanya aku tidak akan membunuhnya!”

Kedua malaikat itu pun menolak dan berkata,"Kami tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun selama-lamanya."
Keduanya berkata,"Kami tidak akan pernah mau membunuhnya."
Saat kedua malaikat merayunya ia berkata,"Aku tidak akan memenuhi ajakan kalian sampai kalian meminum khamar ini." Kedua malaikat itu meminum khamar tersebut hingga mabuk, lalu menggauli wanita itu kemudian membunuh sang bayi.

Diriwayatkan kepada kami dari Abul Abbas AHmad bin Mubarak bin Sa'ad-dari Abu Ma'ali Tsabit bin Bandar dari Abu Ali bin Dauma dari Abu Ali Al-Baqarhy dari Hasan bin Alawiyyah dari Isma'il dari Ishaq bin Bisyr dari Juwaybir dari Dhahak dari Makhul dari Mu'adz-berkata bahwa ketika kedua malaikat itu tersadar, datanglah Jibril as. Oleh karena itu mereka memilih siksaan di dunia dan menggantungkan nasib mereka di akhirat kepada kehendak Allah semata."

"YA ALLAH YA TUHAN KAMI, AMPUNILAH DOSA ANAK ADAM. MEREKA MENYEMBAH DAN TAAT KEPADA-MU WALAUPUN MEREKA MEMILIKI NAFSU SYAHWAT DAN KELEZATAN."

Imam Al-Kalby berkata," Sejak saat itupara malaikat memohon ampunan untuk anak Adam, seperti yang difirmankan Allah Ta'ala,"Dan para malaikat bertasbih memuji keagungan Tuhan mereka dan memohonkan ampunan bagi penduduk bumi," (QS.As-Syura:5)
Keduanya menangis dan menyesali perbuatan  yang mereka lakukan serta mendatangi Nabi Idris as. pun memohonkan ampun untuk Harut dan Marut akan dikabulkannya doanya oleh Allah Ta'ala. Keduanya diperintahkan untuk memilih antara siksaan di dunia dan azab di akhirat."

Zahrah meninggalkan mereka dan datang sambil membawa segelas arak. Setelah merayu mereka, akhirnya Zahrah berkata, “Aku tidak akan mengikuti kamu, sebelum kamu berdua minum arak ini!”
Akhirnya kedua malaikat itu meminumnya hingga mabuk dan kemudian mereka berzina dengan Zahrah sebelum akhirnya membunuh anak kecil itu, dan mengucapkan kalimat musyrik.

Singkat cerita, beberapa hari setelah terjadinya tragedi ini, datanglah Malaikat Jibril dari langit memberitahu Harut dan Marut bahwa masa tugas mereka telah berakhir. Dan mereka diperintahkan kembali ke langit untuk melapor. Betapa kagetnya Harut dan Marut, karena saat itu juga ingatan mereka sebagai malaikat telah kembali.

Diriwayatkan oleh Makhul, dari Mu’adz, Maka datanglah dari sisi Allah malaikat Jibril kepada mereka. Pada saat Jibril datang, Harut dan Marut menangis dan Jibril ikut menangis sambil berkata, “Sesungguhnya cobaan apakah yang membuat kalian sampai hanyut seperti ini?”

Dengan ketakutan yang dahsyat, Harut dan Marut kembali ke langit untuk melaporkan tugas mereka kepada Allah.

Maka disaksikan seluruh malaikat, Harut dan Marut melaporkan tugas-tugasnya sebagai manusia, yang berakhir dengan dosa - dosa besar. Saat itu juga seluruh para malaikat bertasbih dan beristighfar kepada Allah. Karena mereka menyadari betapa tidak mudahnya bahwasanya menjadi manusia. Dan betapa masih ada manusia-manusia baik yang tidak layak untuk diazab.

Akhirnya Allah menutup sidang itu dan kemudian menawarkan pada Harut dan Marut sebuah pilihan: Ingin di azab di dunia, atau ingin di azab di akhirat. Harut dan Marut yang mengetahui betapa dahsyatnya azab akhirat tentu saja langsung memilih untuk di azab di dunia.

 Dan menurut berbagai kisah, Harut dan Marut hingga kini masih tergantung dengan keadaan kaki di atas dan kepala di bawah. Pernah ada seorang wanita tua dari wilayah sekitar Babilonia yang melaporkan kepada Nabi Muhammad saw bahwa dia telah melihat dua orang malaikat ini di sebuah sumur tua di gurun wilayah Babilon.

Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menjualnya, tiadalah baginya keuntungan diakhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
QS. Al-Baqarah: 102


Wallahu A'lam Bishshowab




KISAH NABI SULAIMAN DAN KUBAH PERMATA

Pada suatu hari Nabi Sulaiman sedang berjalan-jalan dengan terbang mengendarai angin. Saat beliau terbang melintasi disebuah lautan, tiba-tiba beliau terkejut melihat gelombang lautan yang cukup sangat besar dan tidak seperti. biasanya.

Melihat itu Nabi Sulaiman pun memerintahkan angin agar ia menurunkannya ditepi pantai. Selanjutnya Nabi sulaiman memerintahkan Jin Ifrit agar menyelam ke dasar lautan untuk melihat apa yang terjadi.

Setelah sampai di dasar lautan, ifrit menemukan sebuah Kubah yang indah terbuat dari permata. Kubah itu terkunci dan ifrit tidak bisa membukanya. Lalu Ifrit mengangkatnya dan menyerahkannya kepada Sulaiman.

Nabi Sulaiman terkagum2 melihat keindahan kubah itu dan setelah berdo'a kepada Allah agar bisa melihat isi kubah itu, tiba-tiba kubah itu terbuka dan Sulaiman terkejut karena kubah itu berisi seorang pemuda yang berada dikubah tersebut.

Nabi sulaiman bertanya : siapa anda, apakah anda ini masuk golongan malaikat atau manusia ? pemuda itu menjawab : ooh saya adalah manusia biasa. Sulaiman bertanya lagi : apa yang menyebabkan anda berada ditempat yang indah ini ? Pemuda menjawab : ketika ibuku dalam keadaan tua renta, fisiknya lemah dan tidak dpt berjalan sendiri, saya selalu menggendongnya kemanapun ibuku ingin pergi. Didalam bepergian itu ibuku berdo'a : Ya Allah, berilah karunia kepada anakku ini dengansegala rizkiMudan jika aku mati kelak janganlah Engkau tempatkan ia dilangit maupun di bumi.

Ketika ibuku telah wafat, akupun pergi mengembara dan saat berada ditepi pantai, aku melihat ditengah laut aku melihat sebuah kubah yang indah yang terbuat dari permata ini.

Ketika aku mendekat, tiba-tiba kubah ini terbuka dan aku kemudian masuk kedalamnya dan secaracepat kubah ini menutup kembali.

Pada saat itu aku tidak tahu lagi dimana aku berada, apakah didaratan atau dilautan dan aku tidak bisa lagi membayangkan. Nabi Sulaiman bertanya lagi : bagaimamana kau dpt makanan dan minuman ? Pemuda itu jawab : kalau aku lapar, Allah menyediakan aku pohon yang selalu berbuah dan kalau aku haus, pohon itu memancarkan air yang segar.

Jika datang waktu subuh, kubah itu menjadi putih, itu pertanda siang hari telah datang, jika matahari mulai tenggelam, maka kubah itu menjadi hitam, maka aku tahu bahwa malam mulai datang.


Mendengar ceritanya pemuda ini, Nabi Sulaiman tidak henti2nya memuji kebesaran Allah swt. dan pada saat beliau berdo'a, tiba-tiba kubah itu menutup kembali seperti semula dan dengan sendirinya bergerak menuju ke dasar lautan lagi.

TEMBOK YAJUD MAJUD|TEMBOK YAJUJ MA'JUJ


“Mereka berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”

QS. Al-Anbiya: 96
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.
(Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.”

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits.

Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata : “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya.

 (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj dalam QS. Al-Kahfi : 94
Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju (cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA yaitu kekacauan.

 Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan).
Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia.
 Mereka berbeda dalam menentukan siapa nenek moyangnya.

Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir.
Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh.

 Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin.

Mereka dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay.

 “Batu” anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti saudaranya Kilay yang menaklukan Cina.

Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya.Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata.

Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.

Pada QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.





Siapakah Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir. Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof.

Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.” Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM - 552 M.).

Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih. Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan.

Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz.

Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.

BENARKAH TEMBOK CINA ADALAH TEMBOK Zulkarnain ?
Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98 tentang itu.

Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.



Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman,

“Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?

BEBERAPA PENELITIAN TEMBOK YA’JUJ

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE.

Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi.

Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik Georgia.

Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.




Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang).

Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj. 27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu.

Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.

Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.





Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq.

 Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.



Iskandar Zulkarnaen, Sang Raja Muslim Yang Saleh Dan Perkasa

Dialah Raja Muslim yang sangat berkuasa namun saleh. Daerah taklukannya membentang dari bumi bagian barat sampai timur. Ia mendapat julukan Iskandar "Zulkarnain". "Zul", artinya "memiliki", Qarnain, artinya "Dua Tanduk". Maksudnya, Iskandar yang memiliki kekuasaan antara timur dan barat.

Dia juga telah membangun dinding besar berteknologi tinggi untuk ukuran saat itu, diantara dua Gunung. Para ahli sejarah meyakini, dinding tersebut terbuat dari besi yang dicampur dengan tembaga itu terletak tepat di pengunungan Kaukasus. Daerah itu kini disebut  Georgia, negara pecahan Uni Soviet.

Secara topografis, deretan pegunungan Kaukasus itu memang terlihat memanjang dari laut Hitam sampai ke laut Kaspia sepanjang 1.200 kilometer tanpa celah. Kecuali pada bagian kecil sempit yang disebut celah Darialsepanjang 100 Meter kurang lebih.

Pada bagian celah itulah Zulkarnain membangun tembok penghalang dari Ya'juj dan Ma'juj. Kisah ketokohan Iskandar Zulkarnain ini juga tertulis dalam catatan sejarah orang-orang barat. Dalam catatan tersebut diceritakan bagaimana ia berjaya meluaskan daerah taklukannya dalam masa yang sangat singkat.


Oleh karena kejayaannya ini, ia diberi gelar "Alexander The Great", Alexander Yang Agung". Belakangan cerita ini diadaptasi ke film layar lebar oleh Sutradara Amerika Serikat, Oliver Stone, dengan judul Alexander The Great. Namun cerita dari orang-orang barat tersebut sangat bertentangan dengan yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Para Mufasir menyatakan, "Alexander The Great" adalah orang yang berbeda dengan tokoh yang di tulis dalam Al-Qur'an, Yakni, Iskandar Zulkarnain. Alexander Thr Great itu dalam sejarahnya tidak diberitakan pernah membangun sebuah dinding besar berteknologi tinggi untuk ukuran saat itu, yang terbuat dari besi dicampur tembaga. Bahkan, ia adalah seorang musyrik. Sejarah tidak mencatatnya sebagai seorang Raja Muslim yang taat kepada agama Tauhid.

Sejarawan Muslim yang juga ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah menjelaskan, meski punya nama yang sama dan plot cerita yang sama, yaitu kekuasaannya membentang dari Barat sampai ke Timur, keduanya adalah sosok yang berbeda. Antara mereka terbentang jarak dan waktu sampai 2000 tahun. "Hanya mereka yang tidak mengerti sejarah yang bisa terkecoh oleh identitas kedua orang itu," katanya.

Ibnu Katsir lebih jauh menjelaskan, Zulkarnain adalah nama gelar atau julukan seorang penglima penakluk sekaligus Raja saleh. Karena kesalehannya ia selalu mengajak manusia untuk menyembah Allah. Namun mereka ingkar, malah memukul tanduknya - Qarnun,yaitu rambut kepala yang di ikat - sebelah kanan, hingga ia mati. Lalu Allah menghidupkannya kembali, dan ia pun kembali berdakwah. Tetapi sekali lagi tanduknya yang kiri dipukul, sehingga ia mati lagi. Allah SWT menghidupkannya kembali dan menjulukinya Zulkarnain, pemilik duaTanduk, serta memberinya kekuasaan. Cerita yang sama juga di jumpai dalam kitab Jami Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an, karangan Syekh Al-Aiji Asy-Syafi'i.

Dalam kitab tersebut disebutkan, Zulkarnain adalah seorang hamba yang taat kepada Allah dan mengajak kaumnya menyembah Allah. Lalu mereka memukul tanduknya yang kanan hingga mati. Kemudian Allah menghidupkannya lagi, dan dia kembali mengajak kaumnya mengesakan Allah. Tetapi mereka malah memukul tanduknya yang kiri hingga mati lagi. Lalu Allah menghidupkannya lagi dan menganugrahinya kekuasaan yang tak tertandingi. Oleh karena itu ia dijuluki Zulkarnain.

Di samping kedua kitab tersebut, Mufassir Muslim Ibnu Jarir Ath-Thabari juga mengisahkannya dalam kitab tafsir Ath-Thabari. Dikatakan, Iskandar Zulkarnain adalah seorang laki-laki yang berasal dari Romawi, ia anak tunggal seorang yang paling miskin diantara penduduk kota. Namun dalam pergaulan sehari-hari, ia hidup dalam lingkungan kerajaan, bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan wanita-wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia.

Imam Al-Qurtubi dalam kitab tafsir Al-Qur'annya yang populer, Tafsir Al-Qurtubi,menceritakan, sejak masih kecil dan masa pertumbuhannya Iskandar berakhlak mulia. Melakukan hal-hal yang baik sehingga terangkat nama baiknya. Ia juga menjadi mulia di kalangan kaumnya, sehingga Allah berkenan memberinya kewibawaan.

Setelah mencapai usia akil balig, Iskandar menjadi seorang hamba yang saleh, sehingga Allah Berfirman, "Wahai Zulkarnain, Sesungguhnya aku mengutusmu kepada umat-umat di bumi. Mereka adalah umat yang berbeda-beda bahasanya dan mereka adalah umat yang berada disegala penjuru bumi.

Mereka terbagi dalam beberapa golongan." Mendapat amanat tersebut, Zulkarnain lalu berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah menugasiku melakukan seuatu hal yang aku tidak kuasa melakukannya kecuali engkau  sendiri, maka beritahukan kepadaku tentang umat-umat itu, dengan kekuatan apa aku bisa melawan mereka? Dengan kesabaran apa aku bisa menahan mereka? Dan dengan bahasa apa aku harus bicara dengan mereka? Bagaimana pula aku bisa memahami bahasa mereka sedangkan aku tidak mempunyai kemampuan."

Kemudian Allah SWT berfirman"Aku membebanimu sesuatu yang kamu mampu melakukannya, aku akan melapangkan pendengaran dan dadamu hingga kamu bisa mendengar dan memperhatikan segala sesuatu. Memudahkan pemahamanmu sehingga kamu bisa memahami segala sesuatu, meudahkan lidahmu, hingga kamu bisa berbicara tentang sesuatu, membukakan penglihatanmu, sehingga kamu bisa melihat segala sesuatu, melipatgandakan kekuatanmu hingga tak terkalahkan.

oleh sesuatu apapun, menyingsingkan lenganmu, hingga tidak ada sesuatupun yang berani meyerangmu,  menguatkan hatimu, hingga kamu tidak takut pada apapun, menguatkan kedua tanganmu hingga kamu bisa menguasai segala sesuatu, menguatkan pijakanmu hingga kamu bisa mengatasi segala sesuatu, memberimu kemuliaan hingga tidak ada apapun yang menakutimu, menundukkan untukmu cahaya dan kegelapan dan menjadikan salah satu tentaramu. Cahaya itu akan menjadi petunjuk di depanmu, dan kegelapan itu akan berkeliling di belakangmu".

NABI KHIDIR DAN RAJA ISKANDAR ZULKARNAIN

Kisah ini tentang Nabi Khidir as dan Raja Iskandar Zulkarnaen atau Iskandar Agung atau Alexander the Great, yang mencari air kehidupan.

Raja Iskandar Zulkarnaen berniat mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan Allah swt mewakilkan salah satu malaikatNya yang bernama Rofa’il untuk menyertainya dalam perjalanan panjang itu.

Karena ditemani oleh seorang malaikat, Raja Zulkarnaen banyak mengajukan pertanyaan seputar dunia dan akhirat serta isinya. Salah satu pertanyaan adalah tentang ibadah para malaikat di langit.
“Wahai Malaikat Rofa’il, ceritakanlah kepadaku tentang ibadahnya para malaikat yang ada di langit,” tanya Raja Zulkarnaen.
“Para malaikat yang ada di langit ibadahnya ada yang berdiri tidak mengangkat kepala selama-lamanya, ada juga yang bersujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya,” jawab Malaikat Rofa’il.

“Duh, alangkah senangnya hati ini seandainya aku bisa hidup bertahun-tahun lamanya untuk beribadah kepada Allah swt,” kata Raja Zulkarnaen.
“Wahai raja, sesungguhnya Allah swt telah menciptakan sumber air di bumi. Namanya Air Kehidupan, artinya sumber air hidup. Maka barang siapa yang meminum Air Kehidupan seteguk, maka ia tidak akan mati sampai hari kiamat atau jika ia memohon kepada Allah swt untuk dimatikan,” kata Malaikat Rofa’il.

“Apakah engkau tahu tempat Air Kehidupan itu wahai Malaikat Rofa’il?” tanya raja.
“Sesungguhnya Air Kehidupan itu berada di bumi yang gelap,” jawab Malaikat Rofail.

Setelah Raja Zulkarnaen mendengar penuturan malaikat Rofa’il tentang Air Kehidupan itu, maka raja segera mengumpulkan para alim ulama pada saat itu. Sebelumnya, raja bertanya kepada mereka tentang letak Air Kehidupan, tapi mereka semua menjawab tidak tahu.
“Wahai para alim ulama, tahukah kalian dimanakah letak Air Kehidupan itu?” tanya raja. “Kami tidak mengetahuinya wahai baginda, hanya Allah swt yang Maha Mengetahui,” jawab salah seorang ulama.

Ada salah seorang ulama yang mampu menjawab meski tidak sedetail letaknya. “Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat Nabi Adam as bahwa beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah swt meletakkan Air Kehidupan itu di bumi yang gelap,” kata ulama itu.
“Dimanakah bumi yang gelap itu?” tanya raja. “Yaitu di tempat terbitnya matahari,” jawab orang alim ulama itu.

Kemudian Raja Zulkarnaen menyuruh para pengawalnya untuk menyiapkan segala keperluan untuk mencari dan mendatangi tempat Air Kehidupan itu. “Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap?” tanya raja. “Kuda betina yang masih perawan,” jawab para sahabatnya.

Akhirnya raja mengumpulkan seribu kuda betina yang masih perawan dan ia memilih diantara 6 ribu tentaranya yang pandai serta ahli dalam mencambuk. Di antara para tentara itu, ada Nabi Khidir as, bahkan beliau menjabat sebagai perdana menteri kala itu.

Perjalanan Mencari Air Kehidupan.
Setelah dirasa semua cukup dan siap, maka berangkatlah Raja Zulkarnaen dan Nabi Khidir as yang berjalan di depan pasukan. Setelah sekian lama mencari, akhirnya mereka mengetahui tempat terbitnya matahari.

Mereka pun menuju arah terbitnya matahari tersebut.
Perjalanan ke temnpat tujuan tersebut memakan waktu 12 tahun lamanya untuk sampai di bumi yang gelap itu. Gelapnya bukanlah seperti di waktu malam hari, melainkan gelap karena ada pancaran seperti asap.

Raja Zulkarnaen sudah tak sabar lagi hendak masuk ke tempat gelap itu, namun salah seorang cendikiawan mencegahnya. Para tentara berkata kepada raja, “Wahai Baginda, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini, karena tempat yang gelap ini berbahaya.” “Wahai prajurit, kita harus memasukinya, tidak boleh tidak,” sanggah sang raja.

Karena raja bersikeras hendak masuk, maka tak ada seorang pun yang berani melarangnya. “Diamlah dan tunggulah kalian di sini selama 12 tahun. Jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa itu, maka kedatanganku terhadap kalian termasuk baik. Dan jika aku tidak datang dalam 12 tahun, maka pulanglah kalian kemabli ke negeri kalian,” ujar sang raja.

Setelah itu raja mendekat dan bertanya kepada malaikat Rofa’il, “Apabila kita melewati tempat gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita?” “Tidak bisa kelihatan” jawab Malaikat Rofa’il.
“Akan tetapi aku memberimu sebuah merjan atau mutiara. Jika mutiara itu ke atas bumi, maka mutiara itu dapat menjerit dengan suara yang keras, dengan demikian kawan-kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian,” jelas Malaikat Rofa’il lebih lanjut.

Masuk ke Air Kehidupan.
Demikianlah, akhirnya Raja Iskandar Zulkarnaen masuk ke tempat yang gelap itu. Selama 18 hari lamanya tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam maupun siang. Tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi Nabi Khidir as.

Pada saat mereka berjalan, maka Allah swt memberi wahyu kepada Nabi Khidir as. “Bahwa sesungguhnya Air Kehidupan itu berada di sebelah kanan jurang dan Air Kehidupan ini Aku khususkan untuk kamu.”

Setelah Nabi Khidir as menerima wahyu itu, beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Berhentilah kalian di tempat masing-masing dan jangan kalian meninggalkan tempat kalian sebelum aku datang kepada kalian.”

Kemudian Nabi Khidir as menuju kanan jurang hingga beliau menemukan Air Kehidupan itu. Beliau turun dari kudanya, melepaskan pakaiannya dan turun ke kolam Air Kehidupan tersebut. Beliau mandi dan minum air sumber kehidupn tersebut dan beliau merasakan bahwa airnya lebih manis daripafda madu.

Sesudah mandi dan minum air tersebut, beliau keluar dari tempat itu kemudian menemui Raja Iskandar Zulkarnaen. Raja tidak mengetahui apa yang telah terjadi atas diri Nabi Khidir as.

Kisah Nabi Khidir As Mencari Air Kehidupan diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra.